6 Jenis Chipset Smartphone, Kelebihan dan Kekurangan

Teknotes.id – Sekarang ini ketika Anda membeli smartphone baru banyak sekali pilihan chipset yang tersedia, dengan banyaknya pilihan yang tersedia akan sangat sulit untuk memilih smartphone yang sempurna.

Peranan Chipset atau Prosesor dan Grafis tidak dapat dipisahkan karena memiliki peran dalam setiap fungsi yang dilakukan ponsel Anda dan berdampak pada pengalaman praktis.

Artikel ini adalah panduan pemula yang akan membantu Anda menghindari kesalahan ketika Anda ingin membeli smartphone karena banyaknya pilihan chipset.

Apa itu Chipset?

Chipset adalah papan sirkuit (motherboard) terintegrasi yang pada dasarnya menggabungkan semua komponen dasar sistem komputer pada satu chip.

Ini berarti bahwa prosesor (CPU), unit pemrosesan grafis (GPU), pengontrol memori, modem, dan pengontrol lainnya dibangun ke dalam chip tunggal ini sehingga disebut chipset.

Chipset Yang Paling Banyak Digunakan

Beberapa chipset yang paling populer di pasar smartphone saat ini adalah Snapdragon yang di produksi oleh Qualcomm, MT dan Helio yang di produksi oleh MediaTek, Exynos di produksi oleh Samsung, Atom di produksi oleh Intel, dan HiSilicon Kirin di produksi oleh Huawei.

Ini semua adalah chip terintegrasi yang memiliki unit pemrosean sendiri (CPU dan GPU). Berikut adalah 6 Jenis Chipset Smartphone yang dapat menjadi perbandingan.

1. Qualcomm Snapdragon

6 Jenis Chipset Smartphone, Kelebihan dan Kekurangan

Snapdragon adalah chipset yang paling terkenal, chipset ini di produksi oleh Qualcomm. Qualcomm sendiri memiliki izin lisensi desain berlisensi dari ARM.

Baca Juga:  7 Aplikasi Live Streaming PC

Qualcomm Snapdragon kelas atas dan menengah seperti Snapdragon 865, Snapdragon 855 dan 855+, Snapdragon 845, Snapdragon 730 dan 730G, Snapdragon 675, 665, dan 439.

Snapdragon sendiri paling disukai oleh pengguna, tak heran banyak vendor ponsel yang memilih Qualcomm Snapdragon sebagai chipset pilihan terbaik.

Kelebihan

  • Chipset paling hemat daya.
  • Mengonsumsi baterai paling sedikit.
  • Tidak mudah panas.
  • GPS yang akurat.
  • Lebih tangguh untuk gaming.

Kekurangan

  • Memakan banyak RAM.
  • Harga relatif mahal.
  • Tidak disarankan untuk multi tasking.

2. MediaTek

6 Jenis Chipset Smartphone, Kelebihan dan Kekurangan

MediaTek adalah salah satu perusahaan chipset yang cukup besar yang berlokasi di negara Taiwan, chipset ini menghadirkan chipset dengan fitur tinggi namun dengan harga yang terjangkau.

Kelebihan

  • Lebih sedikit daya efisien.
  • Konsumsi baterai yang lebih tinggi.
  • Harga relatif murah.
  • Multi tasking dengan lancar.
  • Memiliki lebih banyak inti untuk prosesor seperti inti quad, hexa, octa, dan deca.

Kekurangan

  • Boros baterai.
  • GPS kurang akurat.
  • Mudah panas.

3. Samsung Exynos

6 Jenis Chipset Smartphone, Kelebihan dan Kekurangan

Selain memproduksi smartphone, Samsung juga mengembangkan chipset sendiri dengan nama Exynos. Chipset buatan Samsung tidak kalah dengan performa jika dibandingkan dengan Snapdragon, bahkan performa cenderung bersaing.

Exynos sendiri terdiri dari prosesor GPU Cortex dan Mali. Jarang Samsung mengubah dua bagian ini, entah lisensi yang digunakan Samsung tetapi Exynos masuk sebagai chipset yang bagus, sebagian besar untuk Exynos 9820 yang digunakan di perangkat Samsung Galaxy S10.

Kelebihan

  • Performa cepat.
  • Tangguh untuk gaming.
  • Menampilkan grafis mumpuni di level atas.

Kekurangan

  • Hanya digunakan smartphone Samsung dan beberapa merek lain yang jumlahnya tidak banyak.
  • Baterai yang boros.
  • Mudah panas.

4. Apple Bionic

6 Jenis Chipset Smartphone, Kelebihan dan Kekurangan

Apple memiliki lisensi untuk mengembangkan prosesornya sendiri dengan basis arsitektur ARM. Apple mengembangkan chipsetnya dengan nama mudah yaitu seri A yang kemudian diikuti huruf-huruf seperti A7, A8, A9, dan sebagainya.

Baca Juga:  8 Mesin Pencari Alternatif Yang Menjaga Privasi

Chipset yang dikembangkan oleh Apple juga hadir khusus untuk perangkat Apple, bukan hanya untuk smartphone tentunya. Contohnya adalah varian A12 Bionic Apple, A12X Bionic yang digunakan sebagai otak iPad Pro 11 inci dan iPad Pro 12.9 generasi ketiga.

5. HiSilicon Kirin

HiSilicon Kirin

Huawei mengembangkan chipset mereka sendiri melalui anak perusahaan bernama HiSilicon, chipset Huawei sendiri adalah Kirin yang berasal dari arsitektur ARM. Chipset Kirin khusus dibuat untuk ponsel Huawei dan Honor.

Huawei menyematkan dua fitur penting untuk chipset Kirin, yaitu HiAi dan GPU Turbo. Fitur HiAi merupakan fitur untuk mengoptimalkan kemampuan kecerdasan buatan, sedangkan GPU Turbo merupakan fitur pada chipset Kirin yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan chipset dalam menjalankan game populer.

Kelebihan

  • Kecepatan proses data yang kencang.
  • Hemat daya baterai.
  • Kualitas foto lebih meningkat
  • Penggunaan Grafik yang meningkat

Kekurangan

  • Harga yang mahal
  • Hanya untuk smartphone Huawei

6. Unisoc

Unisoc

Unisoc adalah perusahaan yang berbasis di Shanghai yang memiliki beberapa chipset dengan nama Unisoc. Unisoc banyak digunakan oleh ponsel murah seperti Advan G5.

Chipset Unisoc sendiri sebelumnya dikenal sebagai Spreadtrum. Spreadtrum adalah produsen chipset yang diakuisisi oleh Tsinghua Unigroup.

Kesimpulan

Banyak perusahaan lain juga yang ingin mencoba memproduksi chipset itu sendiri. Xiaomi mencoba memproduksi sendiri dengan Surge, sayangnya tidak dikembangkan. Fokus bisnis tentu menjadi perhatian juga.

Demikian artikel 6 Jenis Chipset Smartphone, Kelebihan dan Kekurangan. Jika Anda mengalami kendala atau pertanyaan jangan sungkan untuk menghubungi kami. Terima kasih telah membaca dan semoga bermanfaat, tunggu konten kami selanjutnya ya.

by Etgar Kurniawan
Hi! I am Owner and Writer at Teknotes.id. I love WordPress, Graphic Designer, Technology, Blogging, and Programming. I will help you making some technically being easy to understand :)

Follow me on:

Facebook Twitter Instagram Linkedin

Tinggalkan komentar