8 Perbedaan HDD dan SSD

Teknotes.id – HDD (Hard Disk Drive) dan SSD (Solid State Drive) adalah dua jenis penyimpanan data yang digunakan dalam komputer. Perbedaan utamanya antara keduanya adalah cara kerja dan kecepatan akses data.

HDD menyimpan data pada disk yang berputar, yang diakses menggunakan bantalan dan head untuk membaca atau menulis data. Karena mekanisme ini, HDD memiliki kecepatan akses data yang lebih lambat dibandingkan SSD.

SSD menyimpan data pada chip non-volatile yang tidak memerlukan mekanisme berputar seperti HDD, sehingga dapat mengakses data dengan lebih cepat. SSD juga lebih ringan, lebih tahan terhadap guncangan, dan umumnya lebih malah dibandingkan HDD

Berikut ini 8 perbandingan HDD dan SSD yang sudah kami uraikan dalam artikel ini.

8 Perbedaan HDD dan SSD

1. Harga HDD dan SSD

Harga HDD dan SSD dapat bervariasi tergantung kapasitas penyimpanan, merk, dan spesifikasi lainnya. Pada umumnya, SSD memiliki harga yang lebih tinggi di bandingan HDD, meskipun harga SSD telah menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai contoh, harga untuk HDD dengan kapasitas 1 terabyte (TB) dapat berkisar antara 600 ribu hingga 900 ribu, sedangkan harga untuk SSD dengan kapasitas yang sama dapat berkisar antara 1,5 juta hingga 2,5 juta. Namun, harga untuk kapasitas yang lebih besar akan menjadi lebih mahal.

Namun, perlu diingat bahwa SSD memiliki kecepatan akses data yang lebih cepat dan umur pakai yang lebih lama dibandingkan dengan HDD, sehingga dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi beberapa pengguna yang memerlukan kinerja yang lebih baik.

2. Kapasitas HDD dan SSD

Kapasitas penyimpanan HDD dan SSD dapat bervariasi. Pada umumnya, HDD memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan SSD, dengan kapasitas penyimpanan yang tersedia mulai dari sekitar 500 GB hingga 14 TB. Sedangkan SSD umumnya memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih kecil, mulai dari 128 GB hingga 8 TB.

Perbedaan kapasitas ini disebabkan oleh perbedaan dalam teknologi yang digunakan. Karena HDD menyimpan data pada disk yang berputar, kapasitas yang lebih besar dapat diperoleh dengan menggunakan disk yang lebih besar. Sedangkan SSD menyimpan data pada chip non-volatile, sehingga kapasitas yang lebih besar dapat diperoleh dengan menggunakan chip yang lebih besar atau dengan menambahkan lebih banyak chip. Namun, kapasitas yang lebih besar pada SSD juga membuat harganya lebih mahal.

3. Kecepatan HDD dan SSD

Kecepatan akses data adalah salah satu perbedaan utama antara HDD dan SSD. Kecepatan akses data pada HDD ditentukan oleh kecepatan putar disk, tingkat pencarian, dan kinerja head. Kecepatan akses data pada HDD umumnya berkisar 5.400 – 7.200 RPM, dengan tingkat pencarian yang berkisar antara 12 – 15 ms.

Sedangkan kecepatan akses data pada SSD ditentukan oleh kecepatan kontroller dan kapasitas memori. Kecepatan akses data pada SSD umumnya berkisar antara 200 – 550 MB/s untuk baca dan 50 – 600 MB/s untuk tulis.

Secara umum, SSD memiliki kecepatan akses data yang jauh lebih cepat dibandingkan HDD. Kecepatan yang lebih cepat pada SSD dapat membuat komputer yang menggunakannya bekerja lebih cepat, khususnya dalam mengakses aplikasi dan file yang sering digunakan.

4. Keandalan dan Daya Tahan HDD dan SSD

Daya tahan atau umur pakai dari HDD dan SSD juga berbeda. HDD dapat digunakan selama beberapa tahun, tetapi memiliki risiko kerusakan yang lebih tinggi karena mekanisme berputar yang digunakan. Risiko kerusakan ini dapat disebabkan oleh perubahan suhu, guncangan, atau kerusakan fisik pada disk.

Keandalan HDD dapat ditingkatkan dengan menggunakan RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks) atau menyimpan salinan cadangan data pada drive lain.

Sedangkan SSD memiliki umur pakai yang lebih lama karena tidak memiliki mekanisme berputar yang rentan rusak. Namun, SSD memiliki jumlah tulis yang terbatas, yang menentukan jumlah kali data yang dapat ditulis ke dalam chip. Jumlah tulis yang terbatas ini dapat berbeda-beda tergantung merk dan spesifikasi SSD. Umumnya, SSD dapat digunakan selama beberapa tahun hingga 10 tahun atau lebih.

Perlu diingat bahwa kondisi fisik yang buruk, seperti suhu tinggi dan getaran yang berlebihan dapat mempengaruhi umur pakai dari kedua jenis penyimpanan ini.

5. Suara Yang dihasilkan HDD dan SSD

HDD (Hard Disk Drive) menghasilkan suara karena mekanisme berputar yang digunakan untuk menyimpan dan mengakses data. Suara yang dihasilkan bisa berupa suara berdebur dari bantalan yang membuat disk berputar dan suara mencari dari head yang bergerak di atas disk untuk mengambil data. Suara ini dapat terdengar lebih jelas ketika disk sedang bekerja keras, seperti saat booting atau saat mengakses data yang banyak.

Sedangkan SSD (Solid State Drive) tidak menghasilkan suara karena tidak memiliki mekanisme berputar seperti HDD, karena tidak ada bagian yang bergerak. SSD tidak menghasilkan suara yang dapat didengar oleh pengguna, hal ini menjadikan SSD lebih silen dibandingkan HDD.

6. Konsumsi Energi HDD dan SSD

HDD mengonsumsi lebih banyak energi dibandingkan SSD karena mekanisme berputar yang digunakan. Disk yang berputar memerlukan energi untuk berputar dan head yang bergerak memerlukan energi untuk berpindah dari astu lokasi ke lokasi lain. Selain itu, HDD juga memerlukan energi untuk menjaga suhu tetap stabil.

Sedangkan SSD mengonsumsi lebih sedikit energi dibandingkan HDD karena tidak memiliki mekanisme berputar. SSD hanya memerlukan energi untuk mengontrol akses data dan mengirim data ke dan dari chip penyimpanan. Namun, konsumsi energi SSD dapat lebih tinggi jika digunakan dalam jumlah yang besar atau jika digunakan dalam aplikasi yang memerlukan banyak tulis.

Secara umum, SSD dapat menghemat energi dibandingkan HDD, terutama jika digunakan dalam aplikasi yang memerlukan banyak baca. Namun, konsumsi energi akan tergantung pada kondisi penggunaan dan jumlah akses data.

7. Dimensi HDD dan SSD

Dimensi dari HDD dan SSD dapat bervariasi tergantung pada kapasitas penyimpanan dan spesifikasi laininya. HDD umumnya memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan SSD, dengan dimensi yang berkisar antara 3.5 inci (9,5 cm) untuk desktop dan 2.5 inci (6,4 cm) untuk laptop. Dimensi ini memungkinkan HDD untuk menyimpan kapasitas yang lebih besar dibandingkan SSD, karena piringan yang lebih besar dapat digunakan.

Sedangkan SSD memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan HDD, dengan dimensi yang berkisar antara 2.5 inci (6,4 cm) untuk laptop dan kartu eksternal, atau form factor yang lebih kecil seperti m.2 dan U.2 yang digunakan pada komputer desktop dan server. Dimensi yang lebih kecil ini memungkinkan SSD untuk digunakan dalam aplikasi yang memerlukan ukuran yang lebih compact, seperti Ultrabook atau laptop gaming.

8. Susunan Komponen HDD dan SSD

HDD (Hard Disk Drive) terdiri dari beberapa komponen utama yaitu:

  • Disk yang berputar (platter) yang terbuat dari material magnetis yang digunakan untuk menyimpan data
  • Bantalan (bearing) yang digunakan untuk membuat disk berputar
  • Head yang digunakan untuk membaca dan menulis data pada disk, head ini diletakkan diatas platter
  • Actuator yang digunakan untuk menggerakkan head diatas platter
  • Kontroller yang digunakan untuk mengontrol akses data dan mengkoordinasikan kerja dari komponen lain.

Sedangkan SSD (Solid State Drive) terdiri dari beberapa komponen utama yaitu:

  • Chip penyimpanan yang terbuat dari material non-volatile yang digunakan untuk menyimpan data
  • Kontroller yang digunakan untuk mengatur akses data dan mengkoordinasikan kerja dari chip penyimpanan
  • Memory cache yang digunakan untuk meningkatkan kinerja akses data
  • Interface yang digunakan untuk terhubung ke sistem komputer seperti SATA, NVMe, dll.

Secara umum, perbedaan dari susunan komponen ini yang menyebabkan perbedaan dalam kinerja, kapasitas, dan daya tahan dari kedua jenis penyimpanan ini.

by Etgar Kurniawan
Hi! I am Owner and Writer at Teknotes.id. I love WordPress, Graphic Designer, Technology, Blogging, and Programming. I will help you making some technically being easy to understand :)

Follow me on:

Facebook Twitter Instagram Linkedin

Tinggalkan komentar