Windows 11 Diklaim Paling Aman untuk Pengguna, Benarkah?

Beberapa hari lalu, Microsoft telah secara resmi meluncurkan versi terbaru dari sistem operasi andalan mereka, Windows 11. Perusahaan yang bermarkas di Redmond, Washington, Amerika Serikat ini mengklaim bahwa Windows 11 adalah versi yang paling aman untuk pengguna.

Ada beberapa faktor yang membuat Windows 11 menjadi lebih aman dari versi terdahulunya. Salah satunya ialah kewajiban perangkat pengguna Windows 11 memiliki TPM 2.0. Jika tidak, maka perangkat tersebut tidak termasuk dalam kategori perangkat yang bisa menginstal versi ini. Sebab, berdasarkan pernyataan Microsoft, TPM merupakan komponen terpenting untuk melindungi perangkat.

Trusted Platform Modules (TPM) merupakan chip yang sudah terintegrasi dengan motherboard di dalam PC atau bisa juga ditambahkan secara terpisah ke dalam perangkat CPU. Fungsi dari TPM adalah melindungi kunci enkripsi, data pribadi pengguna (kredensial), serta berbagai data yang dianggap sensitif lainnya. Dengan demikian, virus (malware) maupun hacker sekalipun akan kesulitan untuk dapat mengakses atau merusak data di dalam perangkat.

Selain sebagai syarat untuk dapat menginstal Windows 11, TPM 2.0 akan membuat perangkat dapat memperoleh fitur-fitur pengaman seperti Virtualization-based Security (VBS), Hypervisor-protected Code Integrity (HVCI), secure boot, hingga Windows Hello. Sebagai informasi, TPM 2.0 biasanya sudah disematkan ke dalam CPU ketika pengguna membeli perangkat baru. Berikut cara untuk mengeceknya:

Settings -> Update & Security -> Windows Security -> Device Security

Kombinasi fitur-fitur keamanan di atas membuat perangkat lebih aman hingga 60 persen dari malware. Inilah yang membuat Microsoft berani mengklaim Windows 11 adalah sistem operasi paling aman bagi pengguna yang pernah mereka buat.

Fitur Keamanan untuk Halau Serangan Siber

Microsoft mengungkapkan Windows 11 akan memakai lapisan keamanan untuk melindungi data penting begitu pengguna menyalakan PC atau Laptop. Fitur keamanan sistem operasi ini sudah diaktifkan secara default di Windows 11 jadi perangkat pengguna akan tetap aman setiap saat.

Baca Juga:  5 Rekomendasi Cloud Storage Gratis dan Terbaik

Microsoft nampaknya benar-benar memperhatikan fitur keamanan pada Windows 11 ini. Sebab, berdasarkan klaim mereka, serangan siber memiliki target utama berupa password online. Berdasarkan catatan mereka, setiap 18 detik telah terjadi 579 serangan kepada password online dan 18 miliar serangan terjadi setiap tahunnya.

Menariknya, Microsoft juga memberikan fitur perlindungan tanpa password agar perangkat lebih aman yakni dengan melalui multi-factor authentication. Dengan demikian, akun Microsoft pengguna tidak dapat diakses tanpa menggunakan Microsoft Authenticator, Windows Hello, atau kode SMS.

Sebagai bagian dari perlindungan Cloud, Windows 11 juga telah dipersenjatai dengan beberapa tools. Salah satunya memungkinkan pengguna dapat mengatur akses ke akun perusahaan atau personal. Microsoft mengungkapkan bahwa Azure Active Directory (Azure AD) sudah mengaktifkan fitur multi-factor authentication. Mereka mengklaim bahwa hal ini bisa melindungi Cloud pengguna dari serangan siber sebesar 99,9 persen.

Semakin canggihnya fitur keamanan yang dimiliki oleh Windows 11 tentu membuat para pengguna semakin merasa aman dan nyaman. Mereka tidak perlu lagi khawatir dengan dibobolnya data pribadi ketika melakukan transaksi perbankan atau bahkan bertransaksi di rumah taruhan online seperti W88 Indo.

Seperti diketahui, banyak kasus serangan siber yang menyasar para bettor online. Sebab, para hacker ini mengetahui bahwa ada perputaran uang tidak kecil di industri taruhan online. Di samping itu, tidak semua rumah taruhan memiliki fitur keamanan seperti W88 yang telah dibekali dengan enkripsi SSL 256-bit.

by Etgar Kurniawan
Hi! I am Owner and Writer at Teknotes.id. I love WordPress, Graphic Designer, Technology, Blogging, and Programming. I will help you making some technically being easy to understand :)

Follow me on:

Facebook Twitter Instagram Linkedin

Tinggalkan komentar